Strategi Level Bisnis

Posted: 18 Maret 2010 in Manajemen/Bisnis, Strategi

Permasalahan Keunggulan Kompetitif.

Keunggulan kompetitif perusahaan bergantung pada sistem bisnis yang berkembang sesuai lingkungan bisnisnya, dan hanya bisa dicapai jika sistem bisnis mampu menciptakan nilai lebih bagi pembeli. Perusahaan harus mampu menyediakan produk atau jasa yang lebih sesuai/cocok bagi konsumen dibanding pesaingnya.

Komponen-komponen dalam sistem bisnis diantaranya penawaran produk, system aktivitas (rantai nilai), dan basis sumber daya.

Penawaran produk

Antara perusahaan dan lingkungannya, transaksi terjadi dimana perusahaan menyediakan barang atau jasa untuk klien di pasar. Jika produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan punya nilai yang lebih tinggi bagi pelanggan daripada alternatif lainnya, transaksi yang menguntungkan bisa terjadi. Pertanyaan kuncinya adalah produk mana yang harus dikembangkan dan pasar mana yang harus dilayani.

Untuk mengeksplorasi bagaimana bisnis dapat didefinisikan, pertama-tama perlu untuk menetapkan bagaimana bisnis dibedakan antara ‘industri dan ‘pasar’. Melukiskan industri, segmentasi pasar, mendefinisikan dan memilih bisnis, dan positioning dalam bisnis.

Sistem Aktivitas

Untuk dapat benar-benar tahu apa yang ingin dijual, sebuah perusahaan perlu memiliki suatu sistem kegiatan di tempatnya. Sistem kegiatan adalah serangkaian proses terpadu penciptaan nilai yang mengarah ke penyediaan produk dan / atau jasa yang ditawarkan. Apa saja barang yang dibuat atau layanan yang disediakan, masing-masing perusahaan perlu melakukan sejumlah kegiatan untuk berhasil memenuhi keinginan pelanggan.

Meskipun sistem aktivitas dapat dibedakan cukup signifikan, beberapa usaha telah dilakukan untuk mengembangkan taksonomi aktivitas nilai tambah yang dapat digunakan sebagai kerangka analitis.

Basis sumber daya

Untuk melaksanakan kegiatan dan untuk menghasilkan barang dan jasa, perusahaan membutuhkan sumber daya. Sebuah basis sumber daya perusahaan termasuk semua yang merupakan pengeluaran organisasi untuk kinerja kegiatan penambahan nilai.

Mempertahankan keunggulan kompetitif

Sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif jika memiliki sarana untuk membedakannya dengan saingan ketika berlomba-lomba untuk menarik pelanggan. Sebuah keunggulan kompetitif dikatakan berkelanjutan jika tidak dapat ditiru, digantikan atau terkikis oleh tindakan-tindakan pesaing, dan tidak dibuat berlebihan oleh perkembangan dalam lingkungan. Kesinambungan tergantung pada dua faktor utama, kemampuan bertahan kompetitif dan harmoni lingkungan.

Paradoks Pasar dan Sumber Daya

Harus ada kesesuaian antara organisasi dan lingkungannya. Poin ini sering dinyatakan dalam bentuk alat analisis klasik SWOT. Kunci kesuksesan adalah keselarasan dari kedua belah pihak. Namun, menyesuaikan kekuatan internal dan kelemahan eksternal yaitu peluang dan ancaman sering dibuat frustrasi oleh fakta bahwa kedua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, ini berarti bahwa ada tekanan kuat untuk beradaptasi dengan perkembangan pasar, di sisi lain, sebuah tekanan kuat untuk mengeksploitasi kekuatan saat ini. Itu tidak jelas bagaimana tuntutan adaptasi pasar dan sumber daya dapat dimanfaatkan secara bersamaan, karena mereka sepertinya menarik perusahaan di arah yang berlawanan diametral.

Perspektif Bisnis Level Strategi

Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar dan mereka butuhkan untuk membangun kekuatan dari basis sumber daya mereka dan aktivitas sistem. Pertanyaan utama manajer membagi adalah ‘Siapa menyesuaikan kepada siapa’ – Haruskah sebuah organisasi beradaptasi dengan lingkungannya atau harus berusaha untuk mengadaptasi lingkungan itu sendiri? Apa yang harus menjadi faktor dominan mengendalikan sebuah perusahaan, dengan kekuatan atau peluang? Haruskah manajer  mengambil lingkungan sebagai titik awal, pilih posisi pasar yang menguntungkan dan kemudian membangun basis sumber daya dan sistem aktivitas yang diperlukan untuk menerapkan pilihan ini? Atau haruskah manajer menentukan sumber daya organisasi basis sebagai titik awal, memilih dan / atau menyesuaikan lingkungan agar sesuai dengan kekuatannya?

Perspektif outside-in

Manajer dengan perspektif outside-in percaya bahwa perusahaan tidak boleh egois, tetapi harus terus mengambil lingkungan mereka sebagai titik awal ketika menentukan strategi mereka. Perusahaan-perusahaan yang sukses adalah yang berorientasi secara eksternal dan market-driven.

Perspektif inside-out

Manajer mengadopsi perspektif inside-out percaya bahwa strategi tidak boleh dibangun di sekitar peluang eksternal, tetapi di sekitar kekuatan perusahaan. Perusahaan-perusahaan sukses adalah yang membangun basis sumber daya yang kuat selama jangka waktu tertentu, yang memberikan mereka akses ke peluang pasar dalam jangka menengah dan jangka pendek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s