ISO-9000 Sebagai Sistem Manajemen Kualitas

Posted: 12 Desember 2009 in Manajemen/Bisnis

Ketika kualitas menjadi fokus utama bisnis di dunia, berbagai organisasi mengembangkan standar dan pedoman sistem manajemen kualitas. Sebagai akibatnya, terminologi manajemen kualitas, pengendalian kualitas, sistem kualitas, dan penjaminan kualitas yang diperoleh berbeda, dan kadang-kadang menimbulkan pertentangan antar negara, antar industri dalam satu negara, bahkan antar perusahaan dalam satu industri.

Salah satu sistem manajemen kualitas yang ada adalah ISO 9000. Standar ISO 9000 diciptakan untuk memenuhi tujuan-tujuan seperti; mencapai, mempertahankan, dan menemukan perbaikan kualitas produk secara terus menerus dan berkesinambungan (termasuk layanan) dalam hubungannya dengan persyaratan, meningkatkan kualitas operasi secara terus menerus untuk memenuhi harapan konsumen dan pemilik perusahaan, memberikan kepercayaan kepada manajemen internal dan pekerja bahwa persyaratan kualitas telah terpenuhi dan perbaikan telah dilakukan, memberikan kepercayaan kepada konsumen dan pemilik bahwa persyaratan kualitas telah terpenuhi dalam produk yang dikirimkan, memberikan kepercayaan bahwa persyaratan sistem kualitas telah terpenuhi.

Saat ini standar seri ISO 9000 diterima secara luas sebagai standar minimum sistem kualitas perusahaan. Pada dasarnya, standar seri ISO 9000 merupakan rangkaian standar sistem kualitas yang menggambarkan praktek-praktek kualitas yang baik, namun tanpa menjelaskan bagaimana suatu perusahaan harus mencapainya. Standar ISO 9000 menyediakan persyaratan sistem manajemen kualitas bagi perusahaan, namun upaya untuk memenuhi standar tersebut tidak diatur di dalam ISO 9000. Artinya organisasi sendiri yang harus berupaya mencapai ketentuan yang dipersyaratkan dalam standar tersebut.

Ada banyak hal mengapa banyak perusahaan gagal menerapkannya. Mulai dari selama implementasi seperti gagal menyediakan dokumen dan data pengendalian yang memadai, gagal dalam mendefinisikan tanggungjawab dan wewenang individu, gagal dalam mengikuti prosedur pengendalian proses yang ditulis, pengendalian pemasok tidak sempurna, pengendalian produk yang tidak sesuai tidak memadai, pelatihan yang tidak memadai, dan interpretasi yang salah terhadap persyaratan ISO.

Sedangkan setelah implementasi, seperti prosedur pengendalian dokumen tidak bisa dipakai dan tidak bisa dikerjakan dan sebagai hasilnya tidak bisa diikuti, gagal membawa tinjauan manajemen terhadap sistem kualitas mencapai efektivitas sistem, gagal dalam mengikuti prosedur yang didokumentasi, kurang umpan balik menyangkut proses.

Gading Mahendradata

Komentar
  1. TS059unila mengatakan:

    bisa tolong di jelaskan bagaimana cara memanajemen air menggunakan iso 9000?
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s