Kafir

Posted: 27 Februari 2009 in Islam, Kata

Saya meyakini bahwa yang paling berhak memvonis, memberi label “KAFIR” terhadap umat manusia adalah yang empunya umat manusia itu sendiri. Siapa Dia? Tiada lain dan tiada bukan kecuali Allah SWT sendiri — itu hak sepenuhnya milik Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Kuasa. “Bila engkau tidak mau disebut menyekutukan Dia, maka jangan sekali-kali menggusur hak Dia, kecuali kalau engkau memang berniat mau menyaingi Tuhan Alam Semesta … memangnya bisa … yang benar aja …!”

Siapapun anda, kalau sudah berurusan dengan Yang Maha Mulia sesungguhnya sama saja derajatnya dengan saya dan pada umumnya umat manusia lainnya – jadi jangan GR, jangan sok merasa bahwa andalah yang paling tahu tentang Allah Yang Maha Mandiri, Yang Maha Otonom – yang sekali lagi janganlah GR bahwa Dia membutuhkan bantuan dan pembelaan anda, apalagi berkhayal bahwa anda satu-satunya manusia yang diberi AMT (Amanat Membantu Tuhan). Kecuali kalau untuk soal-soal membantu fakir miskin, membantu orang yang ditindas, membantu orang yang digusur – nah itu dia, “Kita semua umat manusia, tanpa perkecualian memang langsung diberi mandat oleh Yang Maha Hidup, Yang Maha Sejati, kalau yang ini malah kita diwajibkan untuk GR. Maka sudahlah kita jangan lagi melakukan peradilan-peradilan, main hakim dengan mengatasnamakan Tuhan. Banyak sekali yang kita duga tentang Dia selalu saja terus-menerus menduga, karena kesimpulan baru akan didapat kelak di alam yang berbeda – kecuali kesimpulan total bahwa Ia adalah Yang Maha Benar, Yang Maha Sejati”.

Dikutip dari buku “Kafir Liberal” karya Emha Ainun Nadjib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s