Analisis Bisnis Keluarga PT Jamu Nyonya Meneer Ditinjau Dari Sub-Sistem Perusahaan

Posted: 12 Oktober 2010 in Manajemen/Bisnis, Strategi

Jamu merupakan sebuah produk kultural dan ekonomi dari masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Salah satu produsen jamu terbesar di Indonesia adalah Jamu Nyonya Meneer.

PT Nyonya Meneer adalah perusahaan yang memproduksi jamu tradisional Jawa yang dipelopori oleh Nyonya Meneer dengan merek Jamu Cap Portret Nyonya Meneer. Produknya telah merambah pasar internasional, dan dipasarkan ke tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Amerika dan ke-12 negara termasuk Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Cina.

Keberhasilan ini bukan berarti tanpa halangan sebelumnya. Jalan terjal terutama dari dalam perusahaan sendiri merupakan kisah yang penuh pembelajaran penting dalam menjalani bisnis keluarga terutama ketika memasuki masa suksesi.

Sejarah Awal Perusahaan

Bermula dari Nyonya Meneer (Lau Ping Nio) yang mengikuti suami berpindah ke Semarang. Masa-masa sulit akibat penjajahan Belanda ditambah suaminya yang sakit keras justru menjadi saat pertama Meneer membuktikan bakat dan kepiawaiannya meracik jamu. Ibu Meneer mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan suaminya sembuh. Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan. Ia mencantumkan nama dan potretnya pada kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia.

Sistem Kepemilikan dan Keluarga

Jamu Cap Potret Nyonya Meneer merupakan perusahaan keluarga yang dirintis oleh Ibu Meneer (Lau Ping Nio). Ibu Meneer mengembangkan usahanya dengan bantuan anak-anaknya. Sampai tahun 1967, Nyonya Meneer masih bertindak sebagai Direktur Utama meskipun secara formal perusahaan dipercayakan kepada anaknya, Hans Ramana. Anaknya yang lain yang bernama Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan. Semua anaknya mampu memperlihatkan kontribusi luar biasa terhadap kemajuan usaha keluarga tersebut. Masing masing anak memperlihatkan peranan yang signifikan, hingga sulit lagi untuk bisa secara persis berkata anak yang satu lebih berjasa dari pada anak yang lain.

Hans Ramana menjadi penerus perusahaan Nyonya Meneer dan menjadi Direktur Utama pada tahun 1952 hingga 1976. Setelah Hans Ramana meninggal pada tahun 1976, operasional perusahaan kemudian diteruskan oleh generasi kedua dan generasi ketiga Nyonya Meneer. Sampai pada tahap ini memperlihatkan bahwa dukungan total yang diberikan keluarga dan kecintaan akan profesi merupakan faktor faktor dominan keberhasilan Nyonya Meneer saat itu.

Sepeninggal sang pendiri tahun 1978, perusahaan mulai menghadapi berbagai konflik panjang. Charles Saerang, anak dari putra ke-2 Nyonya Meneer, Hans Ramana yang ditunjuk oleh Hans Ramana untuk meneruskan bisnis keluarganya. Tetapi Charles Saerang harus berjuang keras untuk “menaklukkan” para pemegang saham yang merupakan keluarganya sendiri. Tekanan dari keluarga sendiri tidak menginginkan Charles menduduki jabatan nomor satu. Awalnya posisi direktur utama dipegang oleh Nonnie Saerang, didampingi oleh Hans Pangemanan. Sementara itu, posisi komisaris diisi oleh Marie Kalalo, Lucy Saerang, dan Charles Saerang.

Konflik memuncak di tahun 1984 hingga 2000. Kelima ahli waris berebut kekuasaan di perusahaan. Pertikaian melibatkan beberapa pihak: kelompok mayoritas (Nonnie Saerang dan Hans Pangemanan), kelompok minoritas (Lucy Saerang dan Marie Kalalo) dan generasi ketiga yang diwakili oleh Charles Saerang (anak kandung mendiang Hans Ramana). Dilakukan sebuah perubahan konstelasi kepemimpinan, dengan mengangkat Hans Pangemanan dan Charles Saerang sebagai direktur. Namun, situasi tetap tidak membaik. Kemudian dilaksanakan pengubahan susunan dewan direksi yang menghasilkan keputusan sebagai berikut: Hans Pangemanan (kelompok mayoritas) dan Fritzcimons Kalalo (kelompok minoritas) menjabat sebagai direktur pertama dan kedua.

Sengketa melebar hingga soal urusan perebutan saham keluarga. Tercatat, sebanyak 10 sengketa harus dihadapi. Bahkan, perseteruan berujung pada tuntutan ke meja hijau.. Begitu sengitnya pertikaian di tubuh PT Nyonya Meneer, sampai-sampai Menaker Cosmas Batubara saat itu ikut turun tangan, sebab pertikaian antar keluarga sampai melibatkan ribuan pekerja perusahaan itu. Akhirnya saudara-saudara tersebut menjatuhkan pilihan untuk berpisah dan menjual semua bagian mereka kepada Charles Ong Saerang. Hingga saat ini kepemilikan PT Jamu Nyonya Meneer sepenuhnya dimiliki oleh Charles Saerang.

Di balik keperkasaan dan kecemerlangan prestasi perusahaan yang mencapai usaha 91 tahun ini, terdapat beberapa kisah perseteruan internal yang khas terjadi dalam perusahaan keluarga (family business) seperti beberapa perusahaan keluarga lainnya yang dapat dianalisis dan dijadikan pelajaran dalam menjalankan usaha.

Sistem Manajemen

Pada saat kepemimpinan Nyonya Meneer perusahaan mengalami kemajuan pesat dan menjadikan perusahaan berbentuk Perseroan terbatas (PT). Sampai tahun 1967, Nyonya Meneer masih bertindak sebagai Direktur Utama meskipun secara formal perusahaan dipercayakan kepada anaknya, Hans Ramana. Anaknya yang lain yang bernama Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan. Sementara itu, model manajemen masih mengikuti model sang pendiri, yang berorientasi pada keuntungan besar. Perusahaan juga masih mempekerjakan sistem pengelolaan yang sederhana, belum modern.

Hans Ramana yang meneruskan usaha sejak 1952, merupakan sebuah pribadi yang hangat dan mudah akrab dengan orang lain, menjalankan kepemimpinan dengan baik. Didukung oleh segenap keluarga dan karyawan, serta ibunya sendiri, ia berhasil menciptakan sebuah lingkungan kerja yang kondusif bagi semua orang yang menyandarkan kehidupannya di perusahaan tersebut.

Kerjasama yang begitu erat dan harmonis antara ibu dan anak (Nyonya Meneer dan Hans Ramana) berimbas positif pada kinerja perusahaan yang dibina. Selama dikelola oleh duet pimpinan ibu dan anak ini, pabrik “Jamu Cap Potret Nyonya Meneer” menampakkan kemajuan yang signifikan.

Suksesi paska meninggalnya Hans Ramana dengan terjadinya konflik yang berimbas pada perebutan kekuasaan menjadi masa kritis bagi manajemen perusahaan. Semuanya berujung dari pengelolaan perusahaan yang mengesampingkan aspek profesionalisme dan kemudian melebar menjadi perselisihan keluarga. Pengelolaan berdasarkan sistem yang sudah usang dan orientasi manajemen perusahaan hanyalah mengejar untung dalam jumlah besar. Ditambah lagi dengan kerakusan terhadap harta dan kekuasaan, kombinasi semua masalah itu menjelma menjadi bumerang bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Konflik ini terselesaikan dengan baik semenjak Charles Saerang menguasai penuh saham PT Nyonya Meneer dari anggota keluarga lain sehingga ia lebih leluasa mengelola perusahaan. Semula pengelolaan Nyonya Meneer oleh keluarga jauh dari kesan profesionalisme. Perubahan drastis kemudian terjadi. Saudara yang semula memegang operasional perusahaan jabatannya diganti menjadi komisaris. Dia kemudian menempatkan orang-orang profesional untuk mengelola Nyonya Meneer. Sekarang PT. Nyonya Meneer dijalankan oleh kumpulan profesional yang berpengalaman, yang meski bukan keluarga justru makin memperkokoh langkah menghadapi persaingan di abad ke 21.

Masalah-masalah pekerja dan pemogokan buruh kerap terjadi pada tahun 2000 – 2001 di perusahaan jamu ini, diantaranya: penuntutan pembayaran THR, demonstrasi, pemogokan, hak asasi manusia. Namun sejak perbaikan manajemen dibawah kepemimpinan penuh Charles Saerang, tidak tercatat lagi masalah kepegawaian di perusahaan ini.

Di masa generasi ketiga ini, Nyonya Meneer berubah tidak sekedar perusahaan keluarga yang tertutup menjadi lebih maju dan profesional, tetapi bahkan mampu mendorong perusahaan ini melaju menjadi perusahaan jamu yang disegani dan mampu menguasai 34% pangsa pasar nasional. Perusahaan ini pun sudah siap untuk “go international“.

Struktur organisasi yang terdapat di PT Jamu Nyonya Meneer merupakan bentuk organisasi garis dan staff. Wewenang dari pucuk pimpinan mengalir secara langsung kepada para pimpinan pada bagian yang memimpin setiap bagian. Dengan struktur ini proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat. Berikut adalah struktur organisasi PT Jamu Nyonya Meneer di bawah kepemilikan Charles Saerang:

Dalam hal pembuatan jamu Nyonya Meneer melalui beberapa proses produksi yang dilakukan, hal tersebut dilakukan untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Meski menghadapi era modern yang menuntut produk instan, Charles Saerang masih berusaha mempertahankan kualitas dan khasiat jamu produknya. Sebagai generasi ketiga, ia selalu mengingat pesan pendahulunya agar selalu menjaga dan meningkatkan mutu dan khasiat jamu buatan PT. Nyonya Meneer. Demi menjaga wasiat pendahulu ini, Charles berkomitmen penuh terhadap pemilihan bahan baku jamu. Ia mengaku sangat selektif memilih bahan baku untuk produk jamunya. Ia bahkan membuka sebuah usaha pembibitan sendiri yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabriknya dan juga agar mutu bahan baku bisa secara ketat dan langsung terpantau.

Charles Saerang juga berambisi untuk dapat memasukkan jamu tradisional sebagai bagian dari resep pengobatan modern. Dan untuk itu, ia gencar menuntut pengawasan dan perlindungan mutu jamu kepada pemerintah karena banyak jamu yang beredar di pasaran yang menurutnya ‘tercemar’ bahan kimia buatan yang tidak seharusnya ditambahkan.

Perjalanan Bisnis

Saat genting ketika suaminya sakit menjadi saat pertama Meneer membuktikan bakat dan kepiawaiannya meracik jamu. Suami yang berhasil sembuh membuatnya semakin bersemangat untuk mengasah dan memraktikkan ilmu dan pengetahuan meracik jamu yang ia dapat dari orang tuanya. Seiring berjalannya waktu, Meneer semakin percaya diri dengan meramu jamu bagi kerabat dan orang-orang terdekat yang sakit. Perlahan tetapi pasti, jamu jualannya itu merambah kota-kota lain di sekitar Semarang. Ia juga membungkus jamu itu dalam kemasan yang menunjukkan potret dirinya, yang ditujukan awalnya untuk sarana silaturahmi namun terbukti ampuh dan legendaris hingga kini sebagai simbol perusahaan.

Tahun 1919 merupakan tonggak perkembangan PT Nyonya Meneer. Melihat kemampuan mengagumkan Nyonya Meneer dalam menolong orang dengan racikan jamunya yang berkhasiat tersebut, suami dan keluarganya lalu mendukung pendirian sebuah usaha yang dinamai “Jamu Cap Potret Nyonya Meneer”. Sambil menjalankan usaha yang berupa pabrik jamu itu, Nyonya Meneer juga membuka usaha lain yaitu toko yang terletak di Jalan Pedamaran 92, Semarang.

Jamu Nyonya Meneer mulai merambah pasar Jakarta saat putrinya yang bernama Nonnie di tahun 1940 memutuskan untuk bertempat tinggal di ibukota. Nonnie ketika itu berinisiatif untuk membuka sebuah cabang baru pabrik jamu ibunya. Toko itu berdiri di daerah Pasar Baru, tepatnya Jalan Juanda, yang merupakan salah satu sentra kegiatan perekonomian Jakarta.

PT Nyonya Meneer menghasilkan banyak jenis jamu. Hal ini juga dikarenakan permintaan konsumen yang banyak dan bermacam-macam. Banyak produknya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat akan jamu tradisional. Tetapi meskipun termasuk golongan jamu tradisional tetapi proses produksi menggunakan teknologi canggih dan memenuhi standar kelayakan. Jenis-jenis jamu yang diproduksi diantaranya adalah jamu untuk kesehatan, kekuatan, kosmetik, penyembuhan, wanita, dan untuk kesejahteraan keluarga.

Memasuki masa perkembangan ketika Nyonya Meneer berkolaborasi dengan generasi kedua, diversifikasi produk mulai dilakukan demi memperkaya varian yang ada. Maka, diciptakan beberapa jenis jamu lain. Jajaran produk juga senantiasa dikembangkan dengan menghasilkan produk-produk minyak pijat, pengharum badan, scrub untuk mandi, dan bedak wajah. Semua produk baru itu dipasarkan ke daerah-daerah lain yang lebih terpelosok di tanah air.

Di era 1970-an, industri tersebut mulai mengalami tingkat persaingan yang ketat. Banyak pesaing yang bermunculan di pasar yang menjadi sasaran Nyonya Meneer. Pertarungan sengit antarprodusen jamu dari segi harga, peluncuran jenis produk yang serupa, hingga pertarungan untuk memperebutkan ceruk pasar terlihat sangat kentara pada masa ini. Beberapa pesaing agresif bagi Jamu Cap Potret Nyonya Meneer ialah PT. Sido Muncul dan PT. Air Mancur.

Selama periode 1980-an, dilakukan perbaikan saluran distribusi, pengemasan, dan hubungan dengan karyawan. Juga dilaksanakan penelitian untuk menghasilkan lebih banyak inovasi lagi untuk dilempar ke pasar. Hasilnya adalah citra perusahaan dan produk yang semakin meningkat di mata konsumen. Banyak hambatan dan tantangan yang harus dilalui untuk menyelesaikan semua perbaikan citra dan kualitas tetapi semua berhasil dilakukan dengan baik oleh PT. Nyonya Meneer.

Memasuki Abad ke-21 dengan terselesaikannya pertikaian antara Nonnie Saerang dan Charles Saerang di tahun 2000, mulailah era baru perkembangan PT. Nyonya Meneer. Kinerja perusahaan tercatat semakin membaik terbukti dengan ekspansi besar-besaran yang dilakukan PT. Nyonya Meneer ke beberapa negara Asia yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Dubai, dan Taiwan. Selain itu, ragam produk jamu yang ditawarkan ke konsumen pun lebih banyak dan bervariasi.

Konklusi

Menarik untuk ditelisik bagaimana sebuah perusahaan keluarga yang begitu pelik masalahnya bisa bertahan dan tetap berkembang hingga sekarang. Charles Saerang merupakan sosok di balik kesuksesannya. Dirut PT Nyonya Meneer tersebut menjadi salah satu contoh bahwa seberapa parah konflik internal yang terjadi dalam tubuh manajemen perusahaan, perhatian terhadap produk masih tercurah. Selama masa konflik tersebut, perusahaan tetap gencar menciptakan produk-produk baru. Produk memang memiliki peran penting dalam keberlangsungan perusahaan. Maka dari itu, produksi, distribusi, dan penjualan jamu PT. Nyonya Meneer tetap terjaga meskipun konflik yang berkepanjangan melanda perusahaan.

PT Nyonya Meneer telah dianggap sebagai sebuah ikon industri nasional jamu dan kosmetik tradisional terbesar dan tertua di tanah air. Perusahaan ini juga telah melebarkan sayap ke pasar internasional dengan berusaha memenuhi permintaan ekspor ke Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei, Amerika Serikat, Belanda dan Arab Saudi. Produk andalan PT Nyonya Meneer juga bervariasi, dari produk minuman jamu seperti temulawak, awet ayu, habis bersalin, hingga produk untuk penggunaan luar seperti param dan buste cream.

Ada ungkapan yang mengatakan seperti ini dalam bisnis keluarga: Generasi pertama melahirkan, generasi kedua membangun, dan generasi ketiga menghancurkan. Tetapi nampaknya hal itu tidak berlaku dalam perusahaan jamu Nyonya Meneer yang telah memasuki masa generasi ketiga di bawah pimpinan Charles Saerang. Di tangan Charles, PT Nyonya Meneer bukan hanya maju dalam teknik produksi, produknya kini bahkan merajai pasar jamu di Indonesia, bahkan di mancanegara.

Referensi

Jamu Cap Potret Nyonya Meneer. Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Jamu_Cap_Potret_Nyonya_Meneer

Lika-liku Perkembangan PT Nyonya Meneer. Diambil dari

http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/3427-lika-liku-perkembangan-pt-nyonya-meneer-.html

Alex Fitrianto. 2007. Pengendalian Kualitas Statistik Data Atribut Untuk Produksi Jamu Pada PT Nyonya Meneer Semarang – Indonesia.

Skripsi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Goenawan Loekito. Mampu berdiri sejajar. Diambil dari http://web.bisnis.com/kolom/2id808.html.

Heri Susanto, Nur Farida Ahniar. 2009. 24 Tahun Berseteru, Nyonya Meneer Melaju. Diambil dari

http://bisnis.vivanews.com/news/read/53318-nyonya_meneer_melaju_usai_24_tahun_berseteru

Rifa Nadia Nurfuadah. Charles Saerang, Patahkan Pameo Perusahaan Keluarga. Diambil dari http://economy.okezone.com/read/2010/09/10/22/371597/22/charles-saerang-patahkan-pameo-perusahaan-keluarga.

Wishnu Iriyanto. Belajar dari kisah perjalanan usaha nyonya meneer. Diambil dari http://wishnuiriyanto.blogspot.com/2007/01/belajar-dari-kisah-perjalanan-usaha.html

About these ads
Komentar
  1. Ribudi mengatakan:

    bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s