Penerbitan MTN (Medium Term Notes)

Posted: 30 Maret 2010 in Manajemen/Bisnis

Sekilas tentang MTN

Surat utang jangka menegah atau dikenal dengan istilah Medium Term Note (MTN) merupakan surat hutang yang memiliki jangka waktu antara 5 hingga 10 tahun, tetapi bisa saja masanya hanya 1 tahun. Umumnya MTN menggunakan suku bunga mengambang dengan mengacu pada suatu acuan suku bunga yang dikenal dalam dunia keuangan internasional, atau bisa saja menggunakan kupon tetap.

Di Indonesia, istilah MTN digunakan secara umum dalam berbagai peraturan yang ada, yang berarti surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan terdaftar kepada Pemegang MTN untuk jangka waktu tertentu terhitung sejak tanggal penerbitan. Suku bunga MTN dalam denominasi rupiah ini biasanya menggunakan acuan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Program surat utang jangka menengah

Program surat utang jangka menengah (MTN) adalah merupakan program pendanaan yang digunakan oleh penerbit untuk memperoleh hutang secara teratur. Program ini dapat melibatkan lebih dari satu penerbit walaupun masing-masing penerbitan adalah berdiri sendiri hingga jumlah tertentu yang diperbolehkan.

Keuntungan si penerbit adalah tidak perlu menyiapkan dokumen-dokumen hukum secara secara lengkap setiap kali akan menerbitkan MTN, dimana hal ini akan menjadikan pembiayaan hutang menjadi mudah dan murah. Program ini didaftarkan pada otoritas pengawas seperti London Stock Exchange dan Luxembourg Stock Exchange.

Banyak perusahaan besar menerbitkan program MTN untuk membiayai kebutuhan dana jangka menengah mereka. Negara juga dapat menggunakan program ini untuk memasuki bursa efek.

Beberapa penerbit yang merupakan bank investasi seperti Morgan Stanley dan Merril Lynch juga telah menggunakan program MTN ini untuk menerbitkan surat hutang yang rumit seperti surat hutang yang terhubung dengan harga saham dari perusahaan publik tertentu (equity-linked notes) atau dihubungkan dengan indeks saham seperti FTSE 100 atau NASDAQ (index-linked notes).

Pertimbangan menerbitkan dan berinvestasi dengan MTN

Dalam bentuk yang paling umum, MTN adalah kewajiban korporasi tanpa jaminan yang dapat ditawarkan oleh penerbit selama dua tahun. Mereka dapat ditawarkan dalam denominasi yang lebih kecil ke investor ritel, serta dalam jumlah yang besar, yang menarik investor kelembagaan.

Perusahaan yang menerbitkan MTN menunjukkan bahwa perusahaan tidak selalu harus menggantungkan hidup dari dana bank. Maka, mekanisme surat utang dengan tenor antara 1 tahun – 3 tahun ini menjadi andalan. Dana segar dari penerbitan MTN akan digunakan memacu roda bisnis lebih cepat dengan ekspansi pembiayaan baru.

Penerbitan MTN merupakan salah satu sumber pendanaan yang dominan bagi perusahaan selain mengandalkan pinjaman bank, obligasi, dan modal sendiri.

Salah satu kelebihannya adalah prosesnya lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan jalur obligasi konvensional yang lebih rumit dan butuh kelengkapan dokumen. Prosesnya pun tidak memakai penawaran umum. Kemudahan penerbitan MTN dibandingkan dengan obligasi juga mendorong perusahaan meski dari sisi bunga yang ditawarkan terkadang lebih tinggi dari obligasi.

Intinya, MTN bersifat efisien dan fleksibel. Perusahaan penerbit tidak perlu menyiapkan dokumen-dokumen hukum secara secara lengkap setiap kali akan menerbitkan MTN, dimana hal ini akan menjadikan pembiayaan hutang menjadi mudah dan murah. Dapat dikatakan bahwa MTN merupakan cara efektif untuk melakukan pembiayaan. MTN  menjadi cara yang paling efisien untuk mengeluarkan utang jangka panjang.

Kemudahan itulah yang menjadi stimulus bagi perusahaan untuk merambah ke penerbitan surat utang jangka menengah. Kalau perusahaan ingin menerbitkan obligasi, langkah emisinya dinilai lebih panjang. Misalnya, penerbit obligasi wajib memberikan prospektus ringkas kepada lembaga sentral efek tersebut dan dokumen itu paling lama diterima 1 hari kerja sebelum prospektus ringkas dimuat di media massa.

Tetapi, bukan berarti MTN tidak mengandung risiko tinggi. Dicontohkan dalam hal ini kasus dalam pemerintah kita.

Pada tahun 2009, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah memikirkan kembali keinginanya untuk menerbitkan global Medium Term Note (MTN). Saat itu ada kecenderungan di pasar untuk menarik aset dari luar kembali ke negara asalnya sehingga penerbitan global MTN akan sangat mahal. Apalagi Indonesia dianggap sebagai negara berisiko sehingga premi risknya akan tinggi sekali.

Pemerintah sebaiknya diminta jangan terlalu terburu untuk menerbitkan obligasi global tersebut walau dibutuhkan untuk menutup defisit. Pemerintah hendaknya terlebih dahulu mengotak-atik stimulus fiskal supaya defisit tidak membengkak.  Dengan mengotak-atik stimulus fiskal penerbitan MTN tidak akan terlalu besar, sehingga defisit yang ada bisa ditutup dengan Sisa Lebih Anggaran (Silpa).

Penambahan utang, memang tidak akan ditanggung oleh pemerintahan atau Menteri Keuangan (Menkeu), namun pemerintahan selanjutnya. Padahal tidak ada yang bisa menjamin negara di masa yang akan datang tidak akan mengalami kesulitan seperti ini dan butuh obligasi yang lebih besar lagi.

Pemerintah pada intinya harus menurunkan kebutuhan untuk penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan cara mengurangi defisit dengan mengubah desain stimulus fiskal.

REFERENSI

M. Tahir Saleh. Multifinance Lirik MTN. Diambil dari http://bataviase.co.id/node/131371.

Uji Agung Santosa. DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Kembali Penerbitan Global MTN. Diambil dari http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/8172/DPR-Minta-Pemerintah-Pertimbangkan-Kembali-Penerbitan-Global-MTN.

Medium Term Note. Diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Medium_term_note.

Surat Utang Jangka Menengah. Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_utang_jangka_menengah.

The benefits of medium-term notes. Diambil dari http://www.accessmylibrary.com/article-1G1-19294374/benefits-medium-term-notes.html.

About these ads
Komentar
  1. Fajri Akmal mengatakan:

    Bagaimana bila MTN tidak disetujui oleh RUPS, lalu apa yang harus dilakukan oleh panitia obligasi emiten dan underwritter?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s