Pertarungan Honda VS Yamaha Dalam Pasar Sepeda Motor Nasional

Posted: 1 Desember 2009 in Manajemen/Bisnis

Oleh: Gading Mahendradata

Shinobi Versus Samurai

Menarik sekali melihat persaingan pasar sepeda motor saat ini. Tak terbantahkan, bahwa tahun ini adalah bukti perseteruan abadi antara Honda dan Yamaha. Meski pasar nasional disesaki Suzuki, Kawasaki, Kanzen dan beberapa pendatang baru dari India, tetapi mereka hanya kebagian kue tak lebih dari 10 persen dari pasar nasional. Sisanya, menjadi porsi Honda dan Yamaha. Selama 10 bulan terakhir di tahun 2009, Honda dan Yamaha mampu merebut 91,33% pangsa pasar sepeda motor Indonesia.

Bagian mana yang menarik? Sepanjang 33 tahun sejarah persaingan sepeda motor di Tanah Air selalu didominasi Honda. Honda bak Shinobi yang susah ditumbangkan. Sebagai pelopor industri motor akarnya kuat menancap sejak 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor. Tipe motor pertama kali diproduksi adalah S 90Z bermesin 4-tak 90cc. Sejak saat itu Honda langsung berjaya. Jumlah produksi tahun pertama 1.500 unit, melonjak menjadi 30 ribu di tahun berikutnya hingga mencatat produksi ke 20 juta tahun 2007.

Yamaha menyusul masuk ke Indonesia pada 6 Juli 1974. Varian yang diandalkan adalah motor yang menganut sistem 2 langkah. Namun kehadiran ‘Samurai’ Yamaha tak mampu menggoyang dominasi Honda.

Tapi, pada Maret 2007 semua mata terperanjat. Dominasi Honda rontok. Walau akhirnya Honda kembali merebut peran sebagai market leader. Tapi, ini terulang lagi di bulan Juli. Meski kembali direbut Honda di bulan berikutnya. Yamaha tidak menang, tapi sempat memimpin.

Dan puncaknya, semester pertama 2009, Yamaha benar-benar menohok. Total penjualan, Yamaha unggul hanya 4 ribuan unit dari Honda. Honda dan Yamaha saling susul-menyusul. Honda unggul pada bulan Januari, Februari, dan Maret. Sedangkan Yamaha pada April, Mei, Juni.

Hal ini membuat PT Astra Honda Motor berbenah. Strategi berubah. Manajemen pun dirombak. Pada Agustus, perubahan strategi bisnis dilakukan Honda dengan mulai menggenjot produksi skutik. Hasilnya, PT Astra Honda Motor (AHM) selaku ATPM Honda motor di Indonesia berhasil kembali memimpin pasar motor bulanan. Prestasi ini diteruskan merek berlambang sayap mengepak hingga bulan lalu dengan total penjualan 199.285 unit. Sementara itu, total penjualan Yamaha 188.604 unit (termasuk ekspor 700 unit).

Dari total penjualan yang dikukuhkan kedua merek sepanjang Januari hingga September, Honda kembali merebut posisi pemimpin dengan perolehan 1.899.184 unit. Adapun Yamaha harus puas dengan pencapaian 1.892.401 unit.

Berperang era kini, tak hanya brand besar yang diandalkan. Irit bahan bakar tak lagi jadi isu utama jualan. Tapi perlu kreatif dan kemasan promosi yang mengena. Dan itulah yang kini dilakukan Honda. PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) tak mau kalah. Promosi digenjot. Event digelar dari hulu sampai hilir. Segmentasi promosi dari anak-anak hingga kakek-kakek. Dari sepak bola sampai musik.

Sejarah Honda di Indonesia: Pelopor Industri Motor Indonesia

Honda adalah pelopor industri motor di Indonesia. Berdiri sejak 11 Juni 1971 dengan nama PT Federal Motor. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).

Tipe motor pertama kali diproduksi adalah tipe bisnis, S 90Z bermesin 4-tak dengan kapasitas 90 cc. Di tahun pertama, jumlah produksi hanya 1.500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun berikutnya dan terus berkembang hingga saat ini.

Dipicu kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif, mendorong PT Federal motor memproduksi komponen Honda (2001) di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan. Di antaranya PT Honda Federal (1974) memproduksi komponen dasar motor seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya. PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) memproduksi mesin motor serta PT Federal Izumi Mig. (1990) khusus piston.

Seiring perkembangan kondisi ekonomi serta pasar motor, komposisi kepemilikan saham berubah. Tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan dimerger menjadi PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra Internasional Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan.

Saat ini PT AHM memiliki tiga pabrik perakitan. Pertama di Sunter, Jakarta Utara. Kedua di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta ketiga yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ketiga ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak 2005.

Dengan fasilitas ini PT AHM memiliki kapasitas produksi 3 juta unit motor per-tahun. Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada 2007. Dan pada Kamis, 15 Oktober 2009 ini sudah merayakan produksi ke-25 juta.

Sejarah Yamaha di Indonesia: Berawal Dari 2-Tak

Yamaha broperasi di Indonesia pada 6 Juli 1974. Tipe motor yang dikeluarkan adalah bebek Yamaha V75. Bermesin 2 langkah dnegan kapasitas 75 cc. Di tipe sport, Yamaha menelurkan RS100. Mesin 2 langkah dengan volume dapur pacu 100 cc.

Konsentrasi riset Yamaha saat itu hanya berkutat di mesin 2-tak. Tak heran, jika produksi turun yang keluar di tahun-tahun berikutnya adalah generasi mesin peminum oli samping. Setelah V75, dilanjutkan V80, lalu V80 Super Deluxe yang kemudian dikenal dengan Yamaha Robot.

Dilanjutkan generasi Alfa dan Force One hingga F1Z-R di tahun 1997. Di tahun itulah Yamaha mulai meriset mesin 4-Tak dengan menghadirkan Yamaha Crypton yang dilanjutkan Sigma dan Vega hingga Jupiter series.

Di kelas sport, setelah tipe RS, Yamaha menelurkan generasi RX. Mulai RXS, RX K dan yang paling melegenda hingga tiga puluh tahun lamanya adalah RX-King.

Saat ini Yamaha memiliki dua pabrik perakitan. Pertama di Pulogadung dengan luas 37 hektar. Kedua di Karawang yang tak kalah luasnya. Produksi motor melalui 3 jalur perakitan yang beroperasi selama 24 jam. Kapasitas produksi lebih dari 3.500 motor per hari.

Peta Penjualan Motor: Honda Perkuat Skubek, Yamaha di Bebek

Sejak dua tahu terakhir ini persaingan Honda dan Yamaha makin tajam. Sebelumnya, peta penjualan motor dikuasai oleh tiga pabrikan besar berturut-turut Honda, Yamaha dan Suzuki. Dua pabrikan terakhir yaitu Yamaha dan Suzuki ini sempat saling susul dengan perbedaan market share tipis.

Sejalan waktu, Yamaha mampu melakukan inovasi melalui berbagai kegiatan promosi dan produk sehingga sedikit meninggalkan Suzuki dan membuntuti Honda. Tahun lalu, market share Yamaha masih 39,7%. Sementara Honda masih duduk di singgasananya dengan menggenggam pembagian kue penjualan sebanyak 46,2%. Suzuki tahun lalu masih di atas dua digit yakni 12,8%.

Memasuki 2009, Yamaha makin mengkokohkan diri. Perlahan tapi pasti penjualannya terus meroket. Pada tiga bulan pertama, penjualan Yamaha masih di bawah Honda. Namun pada tiga bulan kedua sampai Juni angka penjualan Yamaha menduduki tempat teratas. Hingga pada semester 1 ini market share Yamaha menggeser kedudukan Honda dengan menang tipis 45,62% versus 45,46%.

Kalau melihat pembagian kategori yang terdiri dari bebek, sport dan skubek bisa dilihat kekalahan Honda pada tipe skubek. Untuk kategori bebek dan sport Honda masih tetap leading.

Pihak Honda bukannya tidak tahu. Mereka menyadari sekali, perlu memperkuat line produksi khusus skubek. Executive Vice President Director AHM pun pernah berujar, saat ini pihaknya sedang menggenjot produksi skubek. “Kami akan memperbesar kapasitas per bulan menjadi lebih 100 ribu. Saat ini cuma 60 ribu.” jelasnya.

Yamaha pun terlihat pasang strategi. Mengetahui kekalahan penjualan di sektor bebek, tahun ini mereka meluncurkan bebek berkapasitas besar di kelas bawah yakni Vega-ZR dengan kapasitas 115 cc. Bisa dimengerti maksud dan tujuannya. Yakni menggempur penjualan di wilayah underbone.

Begitu juga di kategori sport, sport injeksi mereka V-ixion terbukti sukses di penjualannya. Nampaknya, Yamaha ingin mengulangi sukses dengan tipe baru yang nantinya akan diluncurkan dnegan kapasitas cc sama yakni 150 sistem bahan bakar karburator.

Strategi mengeluarkan varian baru memang jitu untuk mendongkrak penjualan. Skubek Honda Vario CBS Techno terbukti laku keras. Motor yang diklaim memiliki sistem pengereman paling canggih di kelasnya ini di beberapa tempat perlu inden untuk membelinya.

Kalau melihat ancang-ancang yang dilakukan pabrikan Honda dan Yamaha tahun ini, diperkirakan tahun depan akan terjadi pertarungan seri mengingat keduanya telah menyiapkan jurus mematikan.

ANALISIS

Pasar sepeda motor di Indonesia merupakan suatu jenis differentiated oligopoly, dimana pasar ini merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan. Oligopoli itu sendiri merupakan pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, sepeda motor dan industri kertas.

Di tengah banyak industri di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, industri sepeda motor tetap menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Dengan memanfaatkan situasi perekonomian, industri sepeda motor mampu menggali celah dan kesempatan untuk bertahan.

Ada beberapa faktor yang membuat industri sepeda motor Indonesia berkembang pesat. Beberapa faktor tersebut adalah:

• Kondisi krisis perekonomian di Indonesia, menjadikan sepeda motor sebagai alternatif transportasi yang mudah didapat dengan harga terjangkau dan irit bahan bakar.

• Kemudahan untuk memperoleh sepeda motor melalui dealer yang tersebar dan fasilitas kredit yang menarik.

• Maraknya lembaga keuangan non-bank yang menawarkan kredit sepeda motor dengan suku bunga yang makin murah.

Dari kasus-kasus yang dipaparkan di atas, menarik kiranya untuk menganalisis beberapa hal penting, diantaranya:

1)      Bagaimana strategi yang dilakukan Yamaha sehingga bisa merontokkan dominasi Honda selama puluhan tahun

2)      Bagaimana strategi bersaing yang dilakukan Honda dan Yamaha untuk merebut pasar

3)      Bagaimana strategi yang dilakukan pabrikan lain diantara dua penguasa besar

Strategi Yamaha Untuk Mengungguli Honda

Srategi Yamaha untuk melawan Honda adalah dengan memanfaatkan kelengahan. Yamaha memutuskan untuk tidak bersaing secara frontal dengan Honda yang menguasai pasar, tapi dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan pesaing, melakukan inovasi dan menyerang celah pasar yang tidak dijaga.

Pasar sepeda motor domestik selama ini dikuasai oleh Honda, sebagai satu-satunya pemain dengan pangsa pasar lebih dari 50% menciptakan pasar oligopoli yang dominan. Honda bermain banyak pada segmen motor bebek dan motor sport. Yamaha yang waktu itu pangsa pasarnya kecil hanya sekitar 20% mulai mengatur strategi.

Strategi yang digunakan Yamaha adalah menghindari konfrontasi langsung dengan Honda selaku pesaing yang lebih besar. Yamaha fokus pada segmen pasar tunggal dengan mencari ceruk pasar yang tidak dimainkan oleh Honda. Yamaha melihat bahwa pasar skuter matik yang dipelopori oleh Kymco memiliki peluang emas. Sayangnya Kymco sebagai pelopor tidak gigih dalam melakukan promosi dan Kymco tidak mendefinisikan dengan jelas target pemakai skuter matik tersebut.

Kemudian Yamaha maju dengan produk skuter matik berdesain ramping dan fleksibel yang diberi nama Mio. Target segmentasi Mio adalah wanita, yang ternyata juga mencuri perhatian kaum pria. Hal ini tampak dari dominasi pembeli Mio adalah pria sebanyak 60%. Sehingga kemudian Yamaha mengeluarkan Mio Sporty yang ditargetkan untuk pemakai pria.

Selain itu, Yamaha juga bermain pada pasar 100-110cc dengan mengusung Vega R. Di mana sebelumnya Honda tidak terlalu fokus pada pasar ini yang terlihat dari Honda yang lebih gencar mengeluarkan motor berkapasitas 125 cc. Padahal pasar ini cukup menjanjikan, sebab kelasnya gemuk dan murah, sesuai dengan kondisi perekonomian Indonesia yang masih belum stabil.

Yamaha untuk membentuk kombinasi 4P (price, product, place, promotion) untuk mengalahkan Honda.

Pertama dari segi price, Yamaha dengan berbagai macam produk harga yang dikeluarkan untuk jenis yang sekelas lebih murah dari Honda. Para pemain dalam industri sepeda motor yang melakukan perang harga atau diskon, termasuk Honda, tidak membuat Yamaha memberikan diskon harga dan uang muka yang berlebihan. Kompetisi memang merupakan suatu keharusan, tetapi melakukan perang diskon antara merek-merek yang sudah kuat hanya akan merugikan perusahaan yang bersangkutan. Yamaha memutuskan untuk tidak terjebak pada perang diskon. Yamaha lebih fokus dalam hal kualitas dan produk yang bagus demi kepuasan pelanggan. Karena dengan memberikan harga murah dengan dalih diskon pasti akan mengorbankan kualitas. Dengan menjaga harga, terbukti nilai jual kembali Yamaha menjadi lebih tinggi daripada merek lainnya.

Dalam hal product, Yamaha memiliki keunggulan dengan menguasai segmentasi. Yamaha meluncurkan banyak model dan menjadi inovator pabrikan Jepang pertama yang mengeluarkan skubek otomatis pertama di tanah air, bahkan Yamaha berani mengeluarkan Mio yang pada awalnya untuk wanita ternyata juga disukai oleh pria. Hasilnya luar biasa. Yamaha menjadi nomor satu untuk pangsa pasar skubek. Tidak berhenti disitu Yamaha juga mengeluarkan Jupiter-MX yang merupakan bebek dengan spesifikasi paling baik di kelasnya dan model paling sporty, serta mengeluarkan Vixion untuk kelas motor sportnya.

Place, Yamaha juga terus berbenah mengejar ketertinggalan dari sisi after sales service serta distribusinya, dimana dalam hal ini Honda sudah lama memiliki keunggulan ini, dan Yamaha berhasil mewujudkannya Saat ini bengkel Yamaha sudah tersebar luas, begitu juga dengan jaringan spare partsnya yang kini sangat mudah didapatkan.

Selama ini, bengkel resmi yang cukup terkenal dan jumlahnya mencapai ribuan adalah bengkel resmi Honda yang bernama AHASS (Astra Honda Authorized Service Station). Selain jumlahnya yang cukup banyak, letaknya juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang dipilih sesuai dengan jumlah penyebaran sepeda motor Honda dan kebutuhan akan perlunya layanan purna jual yang baik dan ketersediaan suku cadang. Yamaha kemudian menjawab tantangan AHASS, dengan menambah jumlah bengkel resmi Yamaha yaitu YSS (Yamaha Service Shop). Seluruh bengkel tersebut memiliki dan mengikuti pola pelayanan yang standar atau seragam. Saat ini, YSS sudah tersebar luas, begitu pula dengan jaringan spare part-nya yang kini sangat mudah didapatkan.

Promotion. Yamaha mengoptimalkan brand awareness melalui iklan televisi dan kegiatan berskala nasional, seperti menggelar Yamaha Religi dan beberapa event balap motor. Penjualan Yamaha terus naik semenjak pembalap motoGP Valentino Rossi pindah dari Honda ke Yamaha dan langsung mempersembahkan gelar juara motoGP di musim perdananya bersama Yamaha. Yamaha sangat jeli dan memanfaatkan momentum ini untuk menaikan imej mereka akan sepeda motor yang cepat dan berkualitas sama dengan merk yang digunakan oleh juara motoGP. Bahkan juga sempat dibuat iklan Yamaha dengan Valentino Rossi sebagai endorsernya. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Honda sebelumnya. Terlihat juga dari iklan-iklan Yamaha akhir-akhir ini, untuk produk andalan Yamaha (Jupiter, Vega R dan Mio), iklan Yamaha sangat berkaitan antara satu iklan dengan iklan lain seakan menjadi sebuah cerita, didukung juga dengan menggunakan endorser yang cukup kuat (Dedi Mizwar dan Didi Petet serta Komeng) dengan ruang lingkup kejadian di desa rekaan mereka desa Cibebek. Kalau diperhatikan Honda dulu juga mempunyai iklan yang bertema seperti itu yang dibintangi oleh pemain sinetron Doel (Rano Karno, Basuki dan Mandra).

Konsep pemasaran, pengembangan teknologi dan usaha Yamaha menyamai after sales service Honda yang dikombinasikan dengan usaha Yamaha membangun ceruk pasar, telah dilakukan Yamaha dengan sangat baik, sehingga Yamaha mampu melunturkan dominasi Honda selama puluhan tahun.

Persaingan Antara Honda dan Yamaha

Satu mesin dengan berbagai varian

Ada beberapa syarat supaya motor bisa diterima oleh konsumen. Diantaranya irit, bandel, dan spare-parts murah. Hal ini sudah diketahui Honda sejak 50 tahun lalu. Makanya, strategi yang digunakan adalah membuat satu mesin yang dapat digunakan untuk puluhan varian motor yang akan diluncurkan.

Langkah ini diakukan Hond dengan mesin C series di bulan Agustus 1958 dengan label Super Cub C100, 4-tak pendingin udara, berkapasitas 49cc yang diproduksi di Yamato Plant. Sejak diperkenalkan telah terjual di 160 negara. Motor inilah yang menghantarkan perusahaan motor Jepang menjadi industri otomotif internasional. Dan siapa sangka, C series dan keturunannya ini mampu bertahan hingga 50 tahun lamanya.

Di Indonesia, mesin C series ini menghiasi deretan varian yang melegenda seperti C70, Super 700, Super 800, Astrea 800, Astrea Star, Astrea Prima, Astrea Grand, Astrea Grand Impressa. Kemudian disusul generasi Astrea Supra, Astrea Supra X, Astrea Legenda, Astrea Legenda 2, Astrea Supra V, Astrea Supra XX, Supra Fit, New Supra Fit, Fit S, Revo, dan Fit X. Meski kode mesin sudah berubah menjadi NF100, basis mesin tetap sama.

Dengan hanya satu mesin, Honda tidak perlu menghamburkan uang untuk melakukan riset buat menghadirkan produk baru. Riset hanya difokuskan pada desain bodi, rangka, sistem suspensi, pengereman. Karena dana riset mesin tidak keluar, maka harga motor bisa ditekan lebih murah. Selain murah, konsumen juga diuntungkan dengan ketersediaan spare-parts motor yang melimpah. Karena basis mesin sama, maka part subtitusi sangat mungkin dilakukan oleh tipe motor lawas dengan motor baru.

Tapi itu dulu. Sayangnya, kini PT. Astra Honda Motor (AHM) menghentikan produksi motor 100 cc-nya di Indonesia. Digantikan varian terbaru dengan kapasitas 110 cc dan sama sekali baru. Sebut saja Blade yang teknologinya diambil dari CBR. Atau CS-1 yang benar-benar baru. Ini sebuah langkah berani atau justru bunuh diri. Karena langkah ini, menuntut Honda harus terus berinovasi. Atau, memang Honda mencoba untuk menghadirkan legenda baru pengganti C series.

Yamaha justru berlaku kebalikannya. Di saat Honda sedang menikmati kejayaan C series di era 1958 hingga 2000, Yamaha melakukan langkah yang dilakukan Honda saat ini. Yaitu berkutat dengan riset mesin dan varian motor. Terbukti, Yamaha rajin menelurkan varian baru yang sama sekali berbeda dengan pendahulunya. Dan rentang kemunculannya antara produk yang satu dengan yang lain tidak terlalu lama. Sebut saja generasi Alfa dan Force 1. Rentangnya tidak lebih dari 10 tahun. Satu-satunya yang sukses adalah generasi RX-King yang mampu bertahan selama 30 tahun.

Yamaha pun mengubah strategi. Boleh juga disebut mirip dengan Honda jaman dulu. Satu mesin, buat beberapa varian. Terlihat dari mesin Crypton yang juga digunakan Vega yang mampu bertahan hingga sekarang. Juga Jupiter MX yang berkapasitas 135 cc. Dengan sedikit bore up, mesin MX inipun menghuni Yamaha Vixion. Dan tidak menutup kemungkinan dijadikan andalan buat varian baru yang nantinya bakal dikeluarkan Yamaha. Makanya, Yamaha pun berani mengeluarkan motor yang murah, tapi tidak murahan. Seperti klaim mereka di iklan.

Tetapi, seinovatif apapun desain yang disuguhkan Honda dan Yamaha, konsumen tetap tahunya motor itu harus irit, bandel, dan murah.

Perang promosi

Iklan motor, tanpa harus naik motor. Yang penting pesannya sampai ke masyarakat. Itulah yang disampaikan Yamaha dalam iklan-iklan mereka. Formatnya, obrolan ringan antara sosok anak muda, bapak yang bijak yang diperankan Deddy Mizwar, dan celetukan bapak yang polos yang diperankan Didi Petet. Kedua bapak itu tidak pernah naik motor, hanya memberi masukan mengenai keunggulan dari Yamaha. Sasaran yang dituju mengarah ke kalangan orang tua yang akan membelikan motor untuk anaknya, yang secara tersirat ingin mengatakan bahwa orang tua yang bijak akan membelikan motor Yamaha ke anaknya. Sementara untuk segemen anak muda diisi oleh Komeng untuk mengangkat pamor Jupiter series. Digambarkan sosok pemuda yang mengandalkan kecepatan motor yang merupakan nilai jual tinggi bagi anak muda yang merupakan salah satu syarat bagi motor anak muda. Bahkan Valentino Rossi pun ikut terlibat. Hasilnya sungguh luar biasa. Penjualan Jupiter meningkat tajam mendekati Vega yang selama ini menjadi andalan Yamaha.

Bicara irit, Honda tidak perlu diragukan lagi. Semestinya, Honda tidak perlu lagi mempromosikan keiritan produknya. Tahun ini lebih Honda lebih mengandalkan desain. Perubahan ini terlihat signifikan bila melihat produk Honda 10-20 tahun lalu, misalnya generasi Astrea dimana desainnya tidak mengalami perubahan signifikan. Kini, Honda mampu menghasilkan desain revolusioner. Ubahan tidak hanya pada desain bodi, tetpi juga mesin. Honda memposisikan diri sebagai motor yang fashionable dan stylish. Ibaratnya belum keren kalau belum naik Honda. Pesan ini disampaikan oleh Agnes Monica yang disimbolkan sebagai cewek muda,  enerjik, fashionable dan stylish. Di segmen cowok diwakili Daniel, simbol laki-laki sukses, muda, enerjik, fashionable dan stylish. Keduanya mengisi segmen premium, yaitu Vario. Sementara di kelas anak muda diisi oleh Afgan dan Cinta Laura, simbol ABG jaman sekarang yang cocok menggunakan BeAT.

Yamaha Vega ZR dan Honda Absolutely Revo. Di segmen ini pertarungan paling tajam antara Honda dan Yamaha. Tidak hanya karena segmennya sama, tetapi juga langkah promosinya, yaitu sama-sama menggaet grup musik papan atas sebagai partner promosi. Karena pertimbangan ini Yamaha memilih Slank, yang dianggap mewakili masyarakat menengah bawah, kelas yang cocok untuk pasar Vega ZR. Sementara Honda menggaet Nidji, dengan banyak penggemar dari kalangan anak muda, yang merupakan sasaran tembak Revo. Nidji dianggap sangat mewakili sosok Honda Revo ayng menampilkan desain bodi baru revolusioner, desain mesin yang juga baru.

Disadari atau tidak, komunitas motor sangat dibutuhkan oleh pabrikan motor. Klub atau komunitas motor merupakan sarana paling efektif dalam membantu pabrikan melakukan promosinya. Tidak hanya promosi product knowledge, bahkan image pabrikan pun tercermin dari klub motor ini. Besarnya potensi ini disadari oleh pabrikan, tak terkecuali Honda dan Yamaha.

Yamaha boleh berbangga dengan dukungan loyal customer. Banyak tumbuh klub motor yang menggunakan brand Yamaha meski tanpa dukungan langsung Yamaha. Menjamurnya klub salah satunya dipicu munculnya Yamaha Mio. Klub matic ini sudah terdapat ratusan di Indonesia, dan meeka terhubung satu sama lain melalui media internet untuk menjalin komunikasi. Sampai saat ini memang belum ada event besar yang mempertemukan mereka, karena memang Yamaha belum melakukan support secara resmi ke komunitas. Yamaha sendiri belum membentuk divisi khusus untuk menangani komunitas ini. Artinya, inisiatif datang dari klub.

Perhatian Honda terlihat sangat besar dan serius menggarap komunitas. Sampai-sampai ada divisi khusus yang mengurusi klub. Ini pening bagi mereka karena membawa pencitraan Honda serta memberi input positif. Keseriusan Honda juga diwujudkan dengan membantu dalam penyelenggaraan website mereka.

Pabrikan Lain: Menyelinap diantara dua raksasa

Ketika Yamaha dan Honda berperang, pemain lain seperti Suzuki, Kawasaki, Bajaj, TVS dan pemain motor Cina lainnya terus mencari celah supaya tidak kena dampaknya.

Suzuki dulu pernah besar. Di periode 2004 dan 2005 porsi penjualannya tidak jauh beda dengan Yamaha. Berbagai cara diterapkan Suzuki untuk mengembalikannya. Salah satunya dengan mengeluarkan berbagai varian skubek. Setelah Skywave 125, mereka mengeluarkan Skydrive 125 yang menyasar kalangan muda. Harapannya Skydrive 125 menjadi dinamisator bagi perkembangan produk Suzuki lainnya. Hal ini karena motor matic memang menjadi tren saat ini.

Sementara PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) selaku produsen Kawasaki melihat peperangan Yamaha dan Honda sebenarnya di motor bebek dan matic. Karena itu Kawasaki tidak masuk kesana. Maka ide yang dikeluarkan adalah dengan mengeluarkan motor sport 250 cc yang tidak dimiliki keduanya. Dan dengan analisis pasar, terbukti penjualan Ninja meledak. PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) selaku produsen Bajaj juga mengambil strategi yang unik dengan fokus pada penjualan motor sport. Mereka mengeluarkan motor dengan variasi segmen mulai kelas bawah sampai atas.

KESIMPULAN

Dari paparan kasus dan analisis di atas, maka dapat disimpulkan beberapa hal:

  • Industri sepeda motor akan terus tumbuh melihat situasi perekonomian dan mampu menggali celah untuk mengambil kesempatan.
  • Honda dan Yamaha terbukti mampu menjaga nama besarnya dengan mempunyai manajemen yang kuat dan profesional, strategi pemasaran yang bagus, pencitraan dan positioning tepat. Performa produk dan inovasi di segala lini efektif.
  • Srategi Yamaha untuk melawan Honda adalah dengan memanfaatkan kelengahan. Yamaha memutuskan untuk tidak bersaing secara frontal dengan Honda yang menguasai pasar, tapi dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan pesaing, melakukan inovasi dan menyerang celah pasar yang tidak dijaga.
  • Yamaha yang terus mengancam membuat Honda berbenah. Strategi berubah. Semula Honda lebih mengandalkan keiritan bahan bakarnya, maka saat ini Honda lebih mengandalkan desain.
  • Promosi yang gencar dilakukan merupakan media efektif menciptakan image dan untuk mendongkrak penjualan.
  • Melihat persaingan yang semakin keras antara Honda dan Yamaha, diperkirakan tahun depan akan terjadi pertarungan yang lebih seru mengingat keduanya sudah menyiapkan produk baru yang akan diluncurkan tahun depan.
  • Di tengah persaingan antara dua pabrikan besar Honda dan Yamaha, pabrikan lainnya harus memiliki strategi jitu jika ingin tetap bertahan dalam persaingan.
  • Mengambil segmen dimana Honda dan Yamaha tidak terlalu fokus merupakan langkah yang perlu dilakukan pabrikan lain.

Referensi:

___ (2009). Oligopoli. Diambil 7 Desember 2009 dari http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli

___ (2009). Perebutan Tahta Honda Vs Yamaha. Dimabil 28 November 2009 dari http://torsimax.wordpress.com/2009/11/17/perebutan-tahta-honda-vs-yamaha/

Saiful, M. (2009). “Shinobi Versus Samurai.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 3.

Saiful, M. (2009). “Satu Mesin Puluhan Varian.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 10.

Saiful, M. (2009). “Berebut Fans Group Musik.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 18-19.

Saiful, M. (2009). “Pertarungan Kreatif Demi Image.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 20-21.

Saiful, M. (2009). “Sejarah Honda di Indonesia & Sejarah Yamaha di Indonesia.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 34.

Saiful, M. (2009). “Honda Bersemangat Yamaha Lemes.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 36-37.

Suhendra, A. (2009). “Honda Perkuat Skubek Yamaha di Bebek.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 26.

Suhendra, A. (2009). “Menyelinap DI Antara Dua Buaya.” Bikers, Edisi 17, November 2009, 74.

ZBJ (2009). Honda dan Yamaha Kuasai Pasar Sepeda Motor Indonesia. Diambil 28 November 2009 dari http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/03/23/12575225/honda.dan.yamaha.kuasai.pasar.sepeda.motor.indonesia

Komentar
  1. YUNUS SONY,ST mengatakan:

    Artikel ini sangat bagus dan membantu saya memahami strategi pemasaran yamaha dan honda sebagai kompetitor. Ini menjadi salah satu referensi saya dalam mengerjakan tugas kuliah Magister Manajemen saya.

  2. Ammar Maarif mengatakan:

    Mohon izinya untuk saya kutip dalam pembuatan tugas mikroekonomi saya ya pak.. terima kasih sebelumnya..

  3. putu agus mengatakan:

    ok

  4. amos mengatakan:

    bagus banget situsnya…boleh dikutip buat tugas saya kan pak??lanjut kreasinya…salut^^

  5. arob mengatakan:

    nice inpo….
    thanks…

  6. Feena mengatakan:

    bagus tulisannya,,,bisa buat referensi skripsi saya pak,,,
    mkasie,,,,
    boleh dikutip kan pak????

  7. Yusuf subari mengatakan:

    Tanya..?konsep desain terutama mesin, pake program komputer apa..? Pake input-ouput ngak, mis kita masukan cc piston nanti daya yg keluar di rantai-nya sudah di hitung besarnya, termasuk ukuran sparepartnya..?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s