Perusahaan keluarga memiliki berbagai keunikan yang tidak terdapat pada perusahaan bukan keluarga. Misalnya, keunikan dalam hal keagenan. Pada perusahaan keluarga, konflik kepentingan dapat diminimalkan karena anggota keluarga umumnya ikut serta dalam operasi perusahaan, selain kepentingan yang lebih mengedepankan kelanggengan perusahaan. Kehadiran keluarga sebagai investasi jangka panjang memberikan berbagai keuntungan. Perusahaan merupakan aset yang akan diwariskan turun-temurun ke generasi selanjutnya. Walaupun, masalah keagenan dan kepemilikan justru bisa lebih besar daripada perusahaan non-keluarga. Baca entri selengkapnya »
Joko ‘Jokowi’ Widodo; CEO ‘Kaki Lima’ Mengubah Wajah Surakarta
Posted: 7 November 2010 in Manajemen/Bisnis, StrategiSaya sampaikan kepada masyarakat, bahwa problemnya itu ini. Masalah di kota itu ini. Hambatannya ini. Marilah kita carikan jalan keluar bersama-sama. Saya tidak mau janji yang tinggi-tinggi. Saya janjikan yang realistis. Masyarakat sudah tidak senang dengan janji yang muluk-muluk. Masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji.
Biografi Singkat
Ir. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961) , yang lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bakti 2005-2015. Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Dia masuk ke Fakultas Kehutanan UGM bertolak dari keinginannya untuk menjadi tukang kayu. Orangtuanya sendiri menekuni bisnis perkayuan. Baca entri selengkapnya »
Analisis Bisnis Keluarga PT Jamu Nyonya Meneer Ditinjau Dari Sub-Sistem Perusahaan
Posted: 12 Oktober 2010 in Manajemen/Bisnis, StrategiJamu merupakan sebuah produk kultural dan ekonomi dari masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Salah satu produsen jamu terbesar di Indonesia adalah Jamu Nyonya Meneer.
PT Nyonya Meneer adalah perusahaan yang memproduksi jamu tradisional Jawa yang dipelopori oleh Nyonya Meneer dengan merek Jamu Cap Portret Nyonya Meneer. Produknya telah merambah pasar internasional, dan dipasarkan ke tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Amerika dan ke-12 negara termasuk Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Cina.
Keberhasilan ini bukan berarti tanpa halangan sebelumnya. Jalan terjal terutama dari dalam perusahaan sendiri merupakan kisah yang penuh pembelajaran penting dalam menjalani bisnis keluarga terutama ketika memasuki masa suksesi. Baca entri selengkapnya »
Membangun Integritas Nasional Melalui Pemberantasan Korupsi di Korea Selatan
Posted: 30 September 2010 in Manajemen/Bisnis, StrategiTag:korea selatan, korupsi, manajemen, perubahan, politik, strategi
PENDAHULUAN
Korupsi merupakan tantangan serius dalam pembangunan, merongrong demokrasi dan tata pemerintahan, mengurangi akuntabilitas dan representasi dalam kebijakan, menghambat penegakan hukum, menghasilkan ketidakadilan dalam penyediaan layanan, dan mengikis kapasitas kelembagaan pemerintah karena pengabaian prosedur. Sektor publik menekankan bahwa pemerintahan yang baik memerlukan standar tertinggi dalam integritas publik, keterbukaan, dan transparansi, serta sistem keadilan hukum. Program untuk menangani korupsi merupakan prasyarat bagi seluruh reformasi sektor publik, dan kemajuan dalam mengendalikan korupsi dianggap bukti kemauan dan komitmen terhadap good governance.
Selama beberapa dekade, pemerintah Korea Selatan telah menekankan pentingnya mencegah korupsi. Masyarakat Korea Selatan bersikap antipati tersendiri terhadap ketidakstabilan politik yang berkaitan dengan banyaknya korupsi para politisi dan skandal politik yang serius di masa lalu. Praktek-praktek korup politisi dan pejabat tinggi telah menimbulkan suasana kebencian, frustrasi, dan ketidakpercayaan selama bertahun-tahun. Inisiatif antikorupsi cenderung hanya sebagai sarana untuk menenangkan kemarahan publik atas pelayanan publik pejabat yang korup. Selain itu, rezim otoriter sebelumnya menggunakan inisiatif anti-korupsi sebagai alat untuk menyingkirkan lawan-lawan politik dari arena politik. Baca entri selengkapnya »
IBM Melawan Keruntuhan
Posted: 24 Agustus 2010 in Manajemen/Bisnis, StrategiTag:gerstner, ibm, turnaround
Tahun 1990 merupakan tahun paling menguntungkan bagi IBM kala itu. Tetapi pada tahun 1993, industri komputer telah berubah begitu cepat, perusahaan menuju kerugian sebesar $16 miliar dan IBM berada di daftar pengawasan kebangkrutan.
Dalam kondisi krisis, Lou Gerstner diboyong untuk menjalankan IBM. Hampir semua orang seakan menyaksikan kematian ikon Amerika ini ketika Gerstner yang bergabung dengan IBM. Banyak pihak skeptis bagaimana mungkin seorang manajer tanpa latar belakang di bidang teknologi menyelamatkan raksasa berteknologi tinggi. Tetapi Gerstner dan tim manajemennya mampu mengubahnya hingga menjadikan kembali IBM sebagai perusahaan paling menguntungkan.
Kondisi IBM sebelumnya
Meskipun memiliki tenaga kerja yang berbakat dan teknologi besar, IBM berkinerja rendah dan mendekati keruntuhan sebelum Gerstner mengambil alih. Permasalahannya, budaya yang lazim di IBM adalah arogansi. Ini tidak selaras dengan waktu itu dan dengan kebutuhan pelanggan. Baca entri selengkapnya »
“… bahwa Adolf Hitler sangat terpesona oleh tangan? Di perpustakaannya ada buku yang rupanya banyak dirujuknya, yang mengandung berbagai gambar dan foto tangan dari orang-orang terkenal sepanjang sejarah. Ia suka memperlihatkan tamu-tamunya betapa tangannya sangat mirip dengan tangan Friedrich Agung, salah seorang pahlawan yang dikaguminya.”
Sumber: http://id.wikipedia.org
“… bahwa ikan bukanlah makanan alami kucing? Nenek moyang kucing berasal dari daerah gurun dan di sana ikan sulit didapat, karena itu makanan kucing adalah tikus, burung, dan serangga. Pada Perang Dunia II, daging menjadi mahal dan sulit didapat. Karena itu para pembuat makanan kucing menggantinya dengan ikan sebagai sumber protein yang murah.”
Sumber: http://id.wikipedia.org/
Taco Bell: Sebuah Proses Rekayasa Ulang Bisnis
Posted: 9 Juni 2010 in Manajemen/BisnisTag:kasus, manajemen, rekayasa, taco bell
Latar Belakang
Taco Bell, salah satu anak perusahaan PepsiCo, adalah jaringan restoran Amerika yang mengkhususkan diri menjual makanan Meksiko. Didirikan pada tahun 1962 oleh Glen Bell, pada akhir tahun 1996 Taco Bell telah memiliki restoran di lebih dari 17 negara, memiliki lebih dari 8.000 unit restoran dengan nilai penjualan per tahun mencapai US$ 4,7 miliar. Makanan Meksiko yang dijual termasuk jenis seperti burrito, enchilada, fajita, gordita, nachos, pinto beans, refried beans, taco, tortilla, toscada dan wrap.
Pada waktu John E.Martin diangkat menjadi CEO pada tahun 1983, Taco Bell sedang mengalami sakit dan makin sakit. Persoalan yang dihadapi Martin bukan meyakinkan para karyawan untuk harus melakukan perubahan untuk jangka panjang, tetapi harus melakukan perubahan secara drastis, secara radikal dan dalam waktu yang singkat, apabila ingin menyelamatkan perusahaan tersebut. Martin mewarisi suatu perusahaan yang makin lama makin mengecil dan keuntungannya juga makin berkurang. Sejak diambil alih PepsiCo tahun 1978 sampai tahun 1982, Taco Bell mengalami perkembangan negatif sebesar 16% sedangkan industri restoran pada umumnya justru naik 6%. Baca entri selengkapnya »
Hallmark Cards Inc.: Sebuah Proses Rekayasa Ulang Bisnis
Posted: 9 Juni 2010 in Manajemen/BisnisTag:hallmark, kasus, manajemen, rekayasa
Profil Perusahaan
Hallmark Cards Inc. adalah perusahaan terkemuka di Amerika bahkan merupakan perusahaan terbesar di industri pembuatan kartu ucapan (greeting cards) untuk berbagai keperluan dan pada waktu itu dianggap tidak mempunyai pesaing yang berarti dari luar Amerika. Berdiri pada tahun 1910, Hallmark bermula dari penjualan sejumlah kartu ucapan selamat dalam kotak sepatu yang dilakukan oleh pendirinya Joyce C. Hallmark di Norfolk, Nebraska, Amerika Serikat. Ia memulai usahanya dengan program pesanan melalui pos, kartupos bergambar, dengan mengirimkan sekaligus tagihannya. Tahun 1915, ia berhasil membuat sendiri kartu-kartu jualannya dengan percetakan sendiri yang sederhana. Joyce dibantu oleh dua orang saudaranya yaitu Bill dan Rollie Hall. Tahun 1923, tiga bersaudara bersama karyawannya yang sudah berjumlah 120 orang pindah dari kantor dan pabriknya yang sederhana, ke gedung barunya yang bertingkat 6 di Kansas City. Baca entri selengkapnya »
Re-engineering Proses Bisnis Ford Motor Company
Posted: 1 Juni 2010 in Manajemen/BisnisTag:ford, kasus, manajemen, rekayasa
Seperti kebanyakan perusahaan-perusahaan otomotif lainnya di Amerika, Ford Motor Company juga mencari berbagai cara untuk memotong biaya overhead dan biaya administrasi. Salah satu bagian yang diyakini dapat mengurangi biaya adalah departemen hutang dagang, departemen yang membayar rekening yang diajukan para pemasok. Prosedur rasionalisasi dan otomatisasi diyakini dapat mengurangi biaya dan jumlah tenaga kerja sebesar 20% (jumlah tenaga kerja sebelumnya 500 orang). Baca entri selengkapnya »